Pdt. Dr. Enig Aritonang mengatakan bahwa Penderitaan Yesus adalah untuk dosa manusia. Kematian Yesus adalah penebusan dosa bagi manusia. Yesus menyerahkan nyawanya agar kita tidak mati karena dosa kita. Manusia kehilangan hati nurani, hati manusia gelap, kekerasan sudah hal biasa. Bagaimana menyikapinya dunia yang gelap? Jumat Agung mengingatkan kita, Yesus menjadi solusi untuk dunia kegelapan melalui kematiannya, tegas Pdt. Enig lagi.
Masih menurut Pdt. Enig lagi, jangan memilih bagian dari kegelapan itu. Mari bercermin kepada kayu Salib, Yesus merasakan sakit fisik dan sakit rohani, tetapi Yesus mengampuni yang mereka lakukan. Pemandangan kegelapan 2000 tahun yang lalu masih terjadi sampai hari ini. Perilaku dan hatinya tetap jahat. Mari melihat salib sebagai karya penyelamatan. Melalui salib, mari evaluasi hati kita bahwa Tuhan hadir di hati kita. Belajarlah dari yang jauh dan setia. Jumat Agung mengingatkan kita agar melihat Yesus sebagai juru selamat kita.
Tabir bait suci terbuka untuk orang yang percaya kepada Yesus. Yesus mengalahkan sengat kematian. Melalui Jumat Agung kita harus setia kepada Yesus ditengah dunia yang sedang kacau. Mari bercermin kepada Salib bahwa Yesus mengasihi kita. Salib Yesus bermakna sebagai bukti kasih Allah tertinggi, penebusan dosa umat manusia, dan kemenangan atas kematian. Melalui pengorbanan di salib, Yesus menanggung kutuk dosa, mendamaikan manusia dengan Allah, dan menyediakan kehidupan kekal. Ini adalah puncak ketaatan Kristus yang mengubah simbol aib menjadi tanda keselamatan.
Masih menurut Pdt Dr. Enig, poin-poin utama makna salib Yesus bagi iman Kristen: Penebusan dan Pengampunan Dosa: Salib adalah tempat Yesus menjadi Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia, menggantikan manusia menanggung hukuman yang seharusnya diterima. Bukti Kasih Allah yang Terbesar: Allah menunjukkan kasih-Nya secara nyata dengan merelakan Anak-Nya mati di kayu salib demi menyelamatkan manusia. Pertemuan Kasih dan Keadilan: Salib menunjukkan bahwa Allah itu adil (dosa dihukum) sekaligus kasih (Yesus menanggungnya bagi kita). Kemenangan atas Maut dan Iblis: Salib bukan tanda kekalahan, melainkan kemenangan Kristus atas kuasa dosa, maut, dan setan. Jalan Pemulihan Hubungan: Kematian Yesus merobohkan tembok pemisah antara manusia dan Allah, memungkinkan manusia memiliki akses langsung kepada Bapa.