BMKG: Hujan Masih Akan Guyur Berbagai Kota, Termasuk Medan

Pengelola kawasan wisata diimbau waspada terhadap derasnya aliran sungai pada saat curah hujan tinggi
Redaksi
foto: kompas.com
Ilustrasi pesepeda motor berteduh saat hujan deras.

BMKG: Hujan Masih Akan Guyur Berbagai Kota, Termasuk Medan


Hujan dengan berbagai intensitas masih akan mengguyur berbagai kota besar di Indonesia, termasuk Medan, Sumatera Utara. Menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di siang hari pada Kota Banda Aceh, Denpasar, Serang, Jakarta, Gorontalo, Banjarmasin, Palangkaraya, Samarinda, Tanjung Pinang, Ambon, Ternate, Kupang, Kota Jayapura, Manokwari, Pekanbaru, Mamuju, Makassar, Kendari dan Manado.

Hujan dengan intensitas sedang diperkirakan hadir di Surabaya, Pontianak, Mataram dan Medan saat siang hari.

Kemudian untuk kota yang diprediksi mengalami hujan lebat yang disertai dengan kilat dan petir adalah Yogyakarta, Bandung, Pangkal Pinang, Bandar Lampung dan Padang.


Sementara itu, cuaca berawan diperkirakan akan hadir di Bengkulu, Semarang, Tarakan serta Palembang. Hanya Kota Jambi yang akan mengalami cuaca cerah berawan saat siang.

Memasuki waktu malam, hujan ringan berpotensi terjadi pada Kota Banda Aceh, Yogyakarta, Jakarta, Surabaya, Pontianak, Jambi, Banjarmasin, Palangkaraya, Samarinda, Tarakan, Bandar Lampung, Ternate, Kota Jayapura, Mamuju, Makassar dan Manado.

Sementara hujan berintesitas sedang akan terjadi di Bengkulu, Semarang dan Medan.

Hanya Padang yang akan mengalami hujan lebat dengan kilat dan petir.

BMKG menyebutkan bahwa rata-rata suhu pada hari ini akan berkisar antara 18-33 derajat celcis. Kemudian tingkat kelembabannya adalah 55-100 persen.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau semua pihak terutama pada pengelola kawasan wisata agar waspada terhadap derasnya aliran sungai pada saat curah hujan tinggi.

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut pada saat musim hujan, potensi bencana hidrometeorologi basah di kawasan wisata tetap ada.

"Seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor. Mungkin kita menghimbau kepada pengelola, meskipun hingga saat ini kita belum menerima laporan adanya kejadian bencana di lokasi pariwisata," ujar Abdul.

Abdul mengatakan lokasi wisata seperti air terjun, kawasan bantaran sungai, bahkan saat ini menjamur kafe-kafe yang dibuat di sepanjang aliran sungai, harus diwaspadai potensi bencananya.

Kenaikan intensitas curah hujan meskipun biasanya dimulai dari tengah hari sampai tengah malam, namun pada sore hari perlu diwaspadai, karena daerah aliran sungai ini mungkin bisa cukup panjang.

"Artinya ketika kita berada di suatu tempat yang sudah agak ke hilir, kita enggak tahu apa yang terjadi di hulu," kata Abdul.

Oleh sebab itu, BNPB mengimbau agar masyarakat juga membiasakan diri untuk melihat prakiraan cuaca ketika akan keluar rumah, atau menghabiskan waktu di luar ruangan, serta mengira-kira dampaknya bila terjadi hujan.

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Berita

Baru Wisuda 16 Mei 2026, Dua Wisudawan 3,5 Tahun UHN Medan Historisman Zega dan Kezia Manalu diterima di Bank BUMN BTN

Berita

Baru Wisuda 16 Mei 2026, Lulusan Administrasi Bisnis Fisipol UHN Medan Diterima Di BTN

Berita

Tingkatkan Jejaring Internasional, JP Holdings Gorup Dari Jepang Kunjungi UHN Medan

Berita

BEM Fisipol UHN Medan Juara Dua Turnamen Futsal HMPS Akuntansi UHN Medan Cup 2026, Dekan Apresiasi

Berita

Sosialisasikan Sido SPMI, Dr. Hendrik Simanjuntak Tegaskan UHN Medan Menuju Ekosistem Data Mutu

Berita

Pdt. Dr. Enig Sonatha Aritonang Ajak Umat Kristen Pergunakan Ragam Karunia Untuk Kemuliahn Tuhan dan Pertumbuhan Gereja