Anak Petani Jadi Guru Besar, Prof. Poltak Sihombing, M.Kom, PhD Tegaskan Penguasaan Emerging Technology Keharusan

Redaksi
Prof. Poltak Sihombing, M.Kom, PhD saat diselamati oleh Rektor USU Prof. Dr. Muryanto Amin baru –baru ini di Gedung Auditorium USU setelah selesai pidato pengukuhan Guru besarnya

Tema yang saya pilih dalam pidato pengukuhan ini tidak terlepas dari Pidato Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. Joko Widodo (Jokowi) saat membuka rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka, Senin (3/8/2020), menyampaikan hasil survei Lembaga IMD (Institute for Management Development) World Digital Competitiveness pada 2019, bahwa peringkat digital Indonesia masih jauh tertinggal dari 63 negara di Dunia. Hal itu ditegaskan oleh Prof. Poltak Sihombing, M.Kom PhD saat pidato pengukuhan Guru besarnya di Gedung Auditorium USU baru baru ini. Prof. Poltak Sihombing, PhD yang merupakan anak seorang petani yang lahir di Desa Sempung Kec. Silimapunga-pungga, Kabupaten Dairi dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Kompuer Fasilkom USU.

Masih dalam keterangannya, Prof. Poltak Sihombing, PhD yang saat ini Ketua Prodi S3 Ilmu Komputer USU mengatakan bahwa Bapak Presiden telah memberikan arahan untuk mengejar ketertinggalan tersebut dengan melaksanakan berbagai upaya diantaranya, perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital, mempersiapkan roadmap digital di sektor strategis (di pemerintahan dan layanan publik), mempercepat integrasi Pusat Data Nasional, meningkatkan kebutuhan SDM talenta digital, serta mempersiapkan regulasi skema-skema pendanaan dan pembiayaan transformasi digital.

Prof. Poltak Sihombing yang merupakan lulusan PhD School of Computer Science Universiti Sains Malaysia ini menegaskan kita harus mengejar ketertinggalan ini, faktor SDM digital jadi salah satu faktor penentu untuk dapat bersanding pada Emerging Technology (teknologi yang sedang berkembang) saat ini. Jika tidak, maka bagaikan software yang “memangsa dunia”, hanya mereka yang memahami teknologi tersebut yang akan mengontrol pergerakan setiap sendi dunia. Sudah tentu kita tidak mau tertinggal dengan hanya duduk di “driving seat”, atau mengekor di “passenger seat”. Pilihan kita sebagai akademisi tentu ikut bertanggung jawab akan hal ini, dengan berupaya menggali cara pembelajaran yang mumpuni sebagai salah satu pintu gerbang menuju sukses di era Emerging Technology yang sudah bergulir saat ini, tambah Poltak Sihombing lagi.

Emerging Technology adalah teknologi baru yang sedang berkembang mencakup beberapa bidang antara lain: Robotik, Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), Simulator, Teknologi Nano, Komputerisasi Quantum, Bioteknologi, Teknologi Wireless Generasi kelima (5G), 3D Printing, Kenderaan otomatis, Augmented Reality, dan Teknologi Lainnya. Secara umum bahwa otak penggerak pada Emerging Technology ini adalah dengan mengoptimalkan pemanfaatkan Mikrokontroler dan Mikroprosesor untuk pengolahan datanya. Beberapa sumbangsih pemikiran dan hasil penelitian selama ini yang sudah saya lakukan dengan beberapa teman dosen dan mahasiswa akan saya kemas dalam pidato ini dan difokuskan ke beberapa bidang tetentu saja karena waktu yang terbatas.

Transformasi digital adalah penggunaan teknologi untuk mentransformasi proses analog menjadi digital, yang telah mengalami digitalisasi di semua bidang dalam hidup kita. Transformasi digital lebih merujuk pada cara teknologi merevolusionerkan bisnis dengan berbagai bidang teknologi yang baru. Salah satu faktor penting teknologi penggerak transformasi digital ini adalah pendalaman teknologi sistim digital itu sendiri yang banyak memanfaatkan mikrokontroller. Dalam satu unit sirkuit mikrokontroller disebut MCU (Micocontroller Unit) saat ini umumnya sudah dikemas didalamnya Mikroprosesor dan Assembly untuk mengoperasikannya. Mikroprosesor disebut CPU (Central Processing Unit) terdiri dari rangkaian digital terintegrasi (Integrated Circuit, IC) yang berisi sirkuit Arithmetic logic unit (ALU), Control Unit (CU), dan Register. Mikrokontroler disingkat μC, atau MCU menjadi sebuah komputer mini dibangun pada satu sirkuit terpadu yang terdiri dari beberapa komponen seperti CPU dilengkapi dengan ROM, RAM, Port I/O, Timer dan komponen lainnya. CPU menjadi kernel (inti) utama yang bekerja sebagai pusat pengolah data dan pengendalian pada sistem komputer tersebut, tambah Prof. Poltak Sihombing lagi.

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Berita

Kolega Prof. Poltak Sihombing, PhD Jadi Guru Besar, Dr. Ronsen Purba, Dr. Humuntal Rumapea, Maringan Situmeang, Apresiasi Capaian Sahabat